Visitors Statistics

5
27
270596

Random Phoo Image

Random Phoo Image

Dengan Menyisihkan rizki anda Insya Allah :

Memperlancar pendidikan anak yatim atau kurang mampu. Membantu pengobatan kaum dhuafa. Menimbulkan semangat kerja. Membuat tersenyum para janda, memperlancar dakwah serta mensyiarkan Islam.

 

Salurkan bantuan, zakat, dan shadaqah Anda melalui rekening :

 

  1. Bank Central Asia (BCA) No: 015 148 6284 A/N Muhsin Al Jufri.
  2. Bank Syariah Mandiri (BSM) No: 012 002 8286 A/N Muhsin Aljufri QQ FOSMIL.

Profil

Assalamu 'Alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.

Pada Setiap Minggu Legi, seluruh anggota Fosmil berkumpul di Masjid Asseqaf, Solo, untuk bersilaturrahmi dan menghadiri majlis taklim. Dari acara sulaturrahmi pada setiap Minggu Legi inilah nama Fosmil lahir yang merupakan singkatan dari Forum Silaturrahmi Minggu Legi. Berikut uraian singkat mengenai latar belakang, maksud, tujuan dan program  Latar Belakang      Sejak tahun 80an, para pemuda di wilayah kelurahan Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah mempunyai kegiatan berupa pembagian buka puasa bagi masyarakat pedesaan di sekitar Solo. Para pendiri Fosmil termasuk mereka yang aktif mengikuti kegiatan tersebut. Pada awal tahun 1990, timbul inisiatif dari pendiri untuk meneruskan kegiatan tersebut di luar bulan Ramadhan. Jalinan silaturrahmi mulai diadakan berupa “pembinaan” ke beberapa desa. Pembinaan di sini dalam arti menggalakkan pengajian, TPA dan kegiatan keagamaan lain. Hingga tahun 1998, kegiatan di atas berjalan tanpa organisasi dan koordinasi yang bagus. Karena makin berkembangnya kegiatan dan jumlah jamaah, juga keterbatasan waktu, dana serta untuk efisiensi, muncul gagasan untuk menggabungkan kegiatan yang ada dalam wadah organisasi. Dari forum silaturrahmi atau organisasi ini, diharapkan akan terbentuk sebuah wadah yang dapat mengatur, memantau dan mempercepat tercapainya tujuan. Sedang latar belakang utama pendirian forum ini sebagai berikut: 1. Cukup banyak dari saudara-saudara kita yang masih sangat awam dalam masalah agama, hingga banyak yang terjerumus ke dalam kemusyrikan, menerjang hukum, ikut dalam kelompok/firgoh yang tidak jelas aqidahnya dan lain-lain. 2. Taraf hidup di bawah garis kemiskinan.
Baik langsung ataupun tidak, masalah ini mempengaruhi tingkat kemakmuran suatu masjid. Karena bila para pemuda selaku motor kegiatan tidak ditunjang dengan pekerjaan/penghasilan, cukup banyak yang melakukan urbanisasi, atau memilih jenis pekerjaan yang banyak menyita waktu hingga meninggalkan tugas mengelola masjid/TPA. Dan dalam masyarakat, kemiskinan membutakan mata mereka dengan larangan/hukum Allah, dan tak jarang yang bermuara ke murtad. 3. Belum terfikirkannya menggali potensi ummat yang ada Maksud dan Tujuan Dengan latar belakang dan dasar pemikiran di atas, pada Minggu Legi, 9 Agustus 1998, berkumpullah para jamaah dari berbagai desa untuk mengadakan silaturrahmi dan sekaligus majlis taklim. Saat pertama kali diadakan, dihadiri sekitar 350 jamaah. Dan pada awal 2002, jumlah jamaah yang hadir rata-rata mencapai 1.000-1300. Dengan silaturrahmi dan majlis taklim yang diadakan setiap selapan (35 hari) sekali ini, diharapkan dapat menjawab latar belakang di atas serta mencapai sasaran dari maksud dan tujuan, yang antara lain:

  1. Meningkatkan iman, takwa dan ilmu.
  2. Menjalin dan menyambung tali silaturrahmi antar jamaah.
  3. Menumbuhkan rasa persaudaraan dan persatuan.
  4. Serta maksud dan tujuan lain yang akan diuraikan pada program.